Monday, January 22, 2007

OpenOffice.org Writer 2.0

Himbauan Menristek untuk menggunakan software yang bersifat Open Source(Kompas 23 Januari 2007), dan gencarnya gaung Microsoft dalam melakukan sweeping terhadap penggunaan software illegal menjadi pendorong saya untuk segera beralih dari software berlisensi ke software gratisan.
Saya harus melakukan migrasi dari aplikasi MS Office yang selama ini digunakan ke software yang bersifat bebas dan open source (FOSS = Free and Open Source Software). Memang agak terlambat dalam melakukan migrasi ini, karena user di tempat saya bekerja selama ini sudah terbiasa menggunakan MS Office. Dan ada kecenderungan untuk enggan beralih. Hal ini bisa dimaklumi karena baru kali ini digunakan. Padahal OpenOffice.org Wiriter tidak jauh berbeda dengan MS Word yang biasa digunakan, bahkan menurut saya lebih bagus. Salah satunya adalah sudah adanya fasilitas untuk convert ke dalam format PDF. Padahal menurut Onno W. Purbo pada harian yang sama menjelaskan bahwa satu perangkat lunak berlisensi seperti Microsoft beserta aplikasi officenya bisa menghabiskan dana US$ 700,-
Dihadapkan pada persoalan tersebut, keengganan tersebut akhir nya bisa diatasi, salah satunya yaitu melalui kebijakan management yang mengharuskan penggunaan software tersebut. Sedangkan untuk kesulitan teknis pun sudah dapat teratasi yaitu dengan adanya buku OpenOffice.org Wiriter 2.0. Buku ini saya beli, untuk memudahkan user di kantor dalam menggunakan software tersebut, khususnya Writer 2.0. Menurut penulisnya bahwa OpenOffice.org adalah software yang paling dicari saat ini. Bisa dipahami, karena OpenOffice writer adalah kebutuhan dasar dalam pengolahan dokumen dalam penggunaan computer. Pembahasan dalam buku ini mencakup : Antar muka OpenOffice Writer, Pembuatan Dokumen, Format Halaman, Bekerja dengan Teks, Paragraf dan Style, Header dan Footer, Bekerja dengan Gambar, Bullet dan Numbering, Bekerja dengan Tabel, Indeks dan Daftar Isi, dan Mencetak Dokumen. Buku ini cukup bermanfaat di tengah-tengah hiruk pikuknya melakukan migrasi dari software berlisensi ke software yang bersifat open source.

Judul : OpenOffice.org Writer 2.0
Penulis : Yahya Kurniawan, ST
Penerbit : Elexmedia Komputindo, 2006
Tebal : 152 hlm, ukuran saku

Sunday, January 21, 2007

Cepat dan Gampang Membangun Situs Portal Menggunakan Mambo

Berangkat dari keinginan bahwa tahun ini saya harus sudah menyelesaikan pembuatan website perusahaan. Sebetulnya website tersebut sudah saya buat, hanya saja masih sangat sederhana sekali, masih berbasis HTML. Saya ingin merubahnya yaitu berbasis CMS (Content Management System). Mambo adalah salah satu CMS yang kata orang banyak digunakan oleh administrator web dalam membangun sebuah website. Jadi penasaran, tidak ada salahnya saya membeli dan mencobanya. Salah satu buku yang saya beli adalah berjudul Cepat dan Gampang Membangun Situs Portal Menggunakan Mambo. Bukunya tidak terlalu tebal. Tetapi justru karena tipis itulah merangsang saya untuk membacanya. Dan ternyata memang menarik, penjelasan memang tidak terlalu mendalam, tetapi sebagai pengantar pengenalam Mambo untuk menjadi tertarik bolehlah.
Buku ini akan membantu kita dalam pengenalan dalam membangun dan mengelola sebuah situs portal, mulai dari menginstalasi software pendukung seperti PHPTriad yang di dalamnya terdapat paket Apache, PHP dan MySQL. Pembahasan setiap bab difokuskan pada langkah-langkah, yang dimulai dari cara menginstal web server, database, mambo, dan pengelolaan situs portal itu sendiri. Pembahasan disusun sangat sederhana dan mudah dimengerti.
CMS Mambo merupakan software yang bersifat open source. Keuntungan Mambo dibanding CMS yang lain adalah, untuk menambah atau meng-update berita, artikel dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan ringkas. Dokumen MS Word, Excell dan Adobe Acrobat PDF pun dapat di upload. Users dengan hak akses yang unik dapat diatur oleh admin sesuai dengan tingkatannya. Komponen lainnya dapat diperoleh dari pihak ketiga sehingga terlihat lebih lengkap dan dinamis.

Judul Buku : Cepat dan Gampang Membangun Situs Portal Menggunakan Mambo
Editor : Sigit Suyantoro, 2006,
Penerbit : Andi Offset dan Xoerang, Yogyakarta.
Tebal : 109 hlm, ukuran saku.

Wednesday, January 10, 2007

Candi Borobudur Selayang Pandang

Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Arti Borobudur memang belum jelas benar, tetapi menurut kutipan dari Soediman dalam “Borobudur salah satu keajaiban dunia”, nama Borobudur berasal dari Boro dan Budur. Boro berasal dari kata sansekerta yang berarti komplek candi, sedangkan Budur artinya atas. Jadi, kelompok candi yang letaknya di atas bukit. Dan masih banyak lagi teori-teori mengenai nama Borobudur. Borobudur adalah bangunan umat Budha. Bangunan Borobudur pada hakekatnya adalah stupa, yaitu sebagai tempat penyimpanan reliek, sebagai tanda peringatan sang Budha, dan sebagai lambang suci umat Budha. Candi ini didirikan sekitar tahun 800 M, yang dibangun oleh wangsa Syailendra. Borobudur menjadi keajaiban dunia menjulang tinggi di antara dataran rendah disekelilingnya. Merupakan karya seni yang besar dan mengagumkan, dan tidak masuk akal jika bangunan tersebut justru pernah mengalami kehancuran, bahkan dalam tenggang waktu yang cukup lama, yaitu sejak abad ke 10. Baru pada tahun 1814 berkat kegiatan Sir Thomas Stamford Rafles, candi Borobudur muncul dari kegelapan masa silam. Rafles adalah letnan gubernur jendreal Inggris, ketika Indonesia dikuasai oleh Inggris 1811-1816. Selanjutnya pekerjaan pemugaran yang agak besar dilakukan pada tahun 1907 – 1911, yaitu oleh Theodore Van Erp. Berkat jasa dialah Candi Borobudur kembali kepada masa kejayaannya dulu.

Penulis : Borobudur, Sutanto, 2005
Tebal : 43 hlm

Thursday, December 28, 2006

Ringkasan Pengetahuan Wayang, R. Dwijo Carita

Buku ini saya beli di pedagang asongan di Rumah Makan Adem Ayem, Solo.
Wayang sudah berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, yaitu sebagai upacara penyembahan kepada roh nenek moyang. Wayang berkembang pesat pada jaman wali, di antaranya Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang. Selanjutnya semakin disempurnakan di jaman Sultan Agung Hanyakrakusuma, jaman Kerajaan Pajang, Kerajaan Surakarta jaman Pakubuwono, sehingga tercipta wayang dengan bentuknya seperti ini. Semua yang ditampilkan dari tokoh-tokoh di dalamnya mengandung nilai-nilai filosofi. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah nilai kepahlawanan, nilai kesetiaan, nilai keangkaramurkaan, nilai kejujuran, dan sebagainya.
Beberapa contoh tokoh di antaranya, Kumbakarna dan Adipati Karna dengan nilai kepahlawanannya. Dewi Sinta, Raden Sumantri, dengan nilai kesetiaannya. Rahwana, Duryudana dengan nilai keangkaramurkaannya. Puntadewa dengan nilai kejujurannya.

Penerbit, Cendrawasih - Sukoharjo, 1993.

Monday, October 18, 2004

David Niven, PhD : Happy People

Para ilmuwan dan kaum akademisi telah menekuni karir meraka menelaah apa sesungguhnya yang membuat orang bahagia. Namun, hasil riset yang berharga itu tersembunyi di balik jurnal dan laporan ilmiah, sehingga tidak terbaca oleh khalayak luas. Seorang psikolog dan ilmuwan sosial, David Niven, berhasil menyerdehanakan ribuan penelitian itu menjadi serangkaian saran yang mudah dicerna, terdiri dari 100 praktik sikap dan kebiasaan untuk mencapai kebahagiaan. Dalam buku ini, 100 saran disusun dan diilustrasikan dengan contoh yang sederhana. Buku ini juga ditopang oleh kesimpulan penelitian ilmiah yang sesuai. Melalui buku ini, kami mencoba menunjukkan kepada Anda bagaimana mengubah kehidupan yang kosong menjadi bermakna dan membahagiakan.
1. Yakinlah pada diri sendiri.
2. Menonton televisi terlalu sering akan melipatgandakan ketergantungan Anda kepadanya. Selain itu, menonton televisi sejam sehari akan mengurangi kepuasan pribadi hingga 5 persen.
3. Nikmati apa yang Anda miliki.
4. Jangan lupa bersenang-senang, bersenang-senang adalah salah satu faktor utama yang menjadi kunci kehidupan yang memuaskan. Mereka yang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang akan 20 persen lebih berbahagia setiap harinya.

Thursday, September 02, 2004

Ulf Ekman : The Creative Mind

Allah menghendaki kita baik-baik dan sehat-sehat dalam segala sesuatu. Jiwa dan tubuh kita adalah satu demikian juga jiwa dan roh. Jika kita menginginkan segala sesuatu baik-baik saja, sesuatu harus terjadi atas tubuh, jiwa, dan roh terutama pikiran kita.

Pikiran adalah tempat Allah menyatakan diriNya kepada kita dan juga tempat di mana setan muncul. Perjuangan hidup kita berada di dalam pikiran. Allah itu bersifat positive, itu sebabnya jangan kita berpikir negative.

Tingkah laku kita sendiri, tekanan dari dunia, dan pengalaman negative telah membentuk kita lebih dari yang dapat kita pikirkan. Semua ini menjauhkan potensi yang telah diberikan Allah kepada kita. Kita mempunyai musuh yang mencoba untuk membatasi kita, membuat kita ini merendahkan diri kita sendiri sehingga kehilangan berkat Allah. Kita lebih sering memikirkan kegagalan yang pernah kita alami daripada memikirkan kemenangan yang telah kita peroleh.

Manusia telah diberi otoritas dari Allah. Kesuksesan dan kemenangan pada awalnya ada di dalam pikiran kita, demikian juga kekalahan. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, pada mulanya adalah dari pikiran. Mereka melihat, berpikir dan merefleksikan dalam tindakan.

Apapun yang kita hadapi hari ini adalah hasil dari apa yang kita pikirkan kemarin. kalau kita menginginkan pembaruan, bukan cara pikir dunia yang harus dirubah melainkan cara berpikir dari kita sendiri. Hidup tidak pernah adil. Hal-hal negative mungkin membayangi diri kita seumur hidup atau menjadi titik awal terjadinya mujizat. Allah dapat menggunakan kekuatan dari kenangan buruk. Keadaan itu bukanlah berasal dari dia, melainkan Dia dapat mengubahnya menjadi mukjizat. Yang jadi persoalan adalah bagaimana kita bereaksi terhadap keadaan itu ? Apakah itu mewarnai atau menghambat bahkan mengendalikan hidup kita ?
Berilah perhatian pada hal-hal yang benar dan mereka akan menjadi seperti nyala api dalam diri kita.

Sunter, 3 September 2004

Sunday, August 29, 2004

Launching : Sinopsis Buku

Blog ini berisi catatan mengenai ringkasan dari buku, jurnal ilmiah, ilmiah popular, text book, majalah, surat kabar yang dianggap menarik perhatian. Sengaja dicatat siapa tahu suatu saat nanti dibutuhkan.

Membaca adalah proses pembelajaran, dengan mencatat hal-hal penting setiap hari, diharapkan tidak ada waktu yang terbuang percuma.

Knowledge is power ...